Pelestarian Kearifan Lokal dari Prasasti Kawali I: Perspektif Pendidikan Multikultural
Keywords:
kearifan lokal, prasasti kawali, pendidikan multikulturalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kearifan lokal yang terkandung dalam Prasasti Kawali I dan implikasinya terhadap pengembangan pendidikan multikultural di Indonesia. Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif terhadap teks Prasasti Kawali I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prasasti Kawali I mengandung nilai-nilai kearifan lokal seperti toleransi, kerukunan, dan penghargaan terhadap keberagaman. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan prinsip-prinsip pendidikan multikultural, seperti pengakuan dan penghargaan terhadap perbedaan, penghargaan terhadap pluralisme budaya, dan pengembangan saling pengertian. Oleh karena itu, kearifan lokal yang terkandung dalam Prasasti Kawali I dapat digunakan sebagai sumber belajar dan inspirasi dalam mengembangkan model pendidikan multikultural yang sesuai dengan konteks budaya Indonesia.
References
Afiqoh, N. A. (2018). Penanaman Nilai Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Sejarah Pokok Bahasan Perkembangan Islam di Indonesia Pada Siswa Kelas X IPS di SMA Negeri 1 Pamotan Tahun Ajaran 2017/2018. Indonesian Journal of History Education., 6(1), 42–53.
Alfian, M. A. (2011, 2016). Pendidikan Sejarah dan Permasalahan yang Dihadapi. Khazanah Pendidikan. III. Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Sejarah Pada Sekolah Menengah Atas (SMA) di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan di Kabupaten Cilacap. . Semarang: Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang.
Anderson, B. (1991). imagined Communities: Reflections on the Origin and Spread of Nationalism. London: Verso.
Banks, J. A. (1989). Multicultural Education. Issues and Perspectives.
Banks, J. A. (1993). Teaching and strategies For ethnic studies. Boston: Allyn and Bacon Inc.
Banks, J. A. (2018). Multicultural Education. Issues and Perspectives.
Boston-London: Allyn and Bacon Press. Banks, J. A. (1993). Teaching strategies for ethnic studies. Boston: Allyn and Bacon Inc.
Ciamis, D. P. (2016). Laporan Penelitian Situs Astana Gede Kawali. Ciamis: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ciamis.
Hernandez, H. (1989). Multicultural Education: A Teacher's Guide to Content and Process. Columbus, OH: Merrill Publishing Company.
Mahfud, C. (2008). Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Nastiti, T. S. (2017). Prasasti Kawali: Kajian Epigrafi dan Historis. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.
Posponegoro, M. D. (2010). Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno. Jakarta: Balai Pustaka.
Seno, W. K. (4 April 2021). Wawancara tentang Prasasti Kawali I. Ciamis: Situs Astana Gede Kawali.
Tilaar, H. (2002). Pendidikan, kebudayaan dan masyarakat madani Indonesia. Jakarta: Remaja Rosdakarya.
Yaqin, M. A. (2005). Pendidikan multikultural: cross-cultural understanding untuk demokrasi dan keadilan. Yogyakarta: Pilar Media.
Zamroni. (2010). The implementation of multicultural education. A reader. Yogyakarta: Graduate Program TheState University of Yogyakarta. .
Zamroni. (2010b). A conception frame-work of multicultural teachers education. A reader. Yogyakarta: Graduate Program TheState University of Yogyakarta.
Zamroni. (2011). Pendidikan Demokrasi pada Masyarakat Multikultural. Yogyakarta: Gavin Kalam Utama.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JKBN: Jurnal Kepariwisataan & Budaya Nusantara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.